Contoh Percakapan Bahasa Inggris: Memoderatori diskusi panel
C1Moderating a panel discussion
Situasi: Archipelago Commerce Summit di Jakarta. Kamu memoderatori panel empat puluh menit tentang ekspansi merek Indonesia ke Asia Tenggara bersama Haryo Wibisono, pendiri grup logistik yang terkenal suka bercerita panjang, dan Mei Ong, CEO perusahaan pembayaran dari Singapura.
Peranmu: Anindya, jurnalis bisnis dan moderator panel · Lawan bicara: Haryo Wibisono (Founder and chairman, panellist)
Target: Menjaga waktu, menyela panelis senior yang bicara terlalu panjang tanpa membuatnya kehilangan muka, membuka sesi tanya jawab audiens, dan menutup panel dengan sintesis yang tajam.
Frasa penting
- If I may jump in there.Izinkan saya menyela sebentar.
- Please take that as a gentle cue to wrap up.Anggap itu isyarat halus untuk menyelesaikan.
- In fairness to our other panellists.Demi keadilan bagi panelis yang lain.
- Let me bring Mei in here.Saya ajak Mei masuk ke diskusi.
- I'll give you the last word, but briefly.Saya beri Anda kata terakhir, tapi singkat saja.
- Let's open it up to the floor.Mari kita buka untuk audiens.
- Tempting as that offer is, let's keep it general.Semenarik apa pun tawaran itu, mari kita bahas secara umum.
- Three threads ran through today's discussion.Ada tiga benang merah dalam diskusi hari ini.
- Please join me in thanking our panellists.Mari bersama-sama berterima kasih kepada para panelis.
Contoh percakapan lengkap
- Haryo Wibisono: Ah, you must be our moderator. I should warn you, once I have a microphone, I do tend to get carried away, ha ha. How strict are we being with time?Ah, Anda pasti moderator kita. Saya perlu mengingatkan, begitu memegang mikrofon, saya cenderung kebablasan, haha. Seberapa ketat soal waktunya?
- Kamu: Fairly strict, I'm afraid: two minutes per answer. If I raise my pen, please take that as a gentle cue.
- Haryo Wibisono: ...and that is why logistics is everything. Which reminds me of a story. Back in nineteen ninety-eight, when I opened my first warehouse in Surabaya, we had no computers at all, just......dan itulah sebabnya logistik adalah segalanya. Ini mengingatkan saya pada sebuah cerita. Dulu, tahun sembilan belas sembilan puluh delapan, waktu saya membuka gudang pertama di Surabaya, kami sama sekali tidak punya komputer, hanya...
- Kamu: If I may jump in there, Pak Haryo, logistics clearly sits at the heart of this. Mei, does that match what you're seeing in Singapore?
- Haryo Wibisono: Mei makes a fair point about payments. But if I could just come back on that, because there's something people always get wrong here...Poin Mei soal pembayaran masuk akal. Tapi kalau boleh saya menanggapi, karena ada satu hal yang selalu disalahpahami orang di sini...
- Kamu: I'll give you the last word on this one, Pak Haryo, but in thirty seconds if you can, because I'm keen to bring in the audience.
- Haryo Wibisono: ...so my advice is simple: find a good local partner before you expand. There, I kept it short, ha ha....jadi saran saya sederhana: cari mitra lokal yang bagus sebelum ekspansi. Nah, saya sudah bicara singkat, haha.
- Kamu: Admirably so, thank you. Let's open it up to the floor. We have about ten minutes, so please keep questions brief and say who they're for.
- Haryo Wibisono: Ah, a question for me. How can small brands afford to go regional? Frankly, the easiest way is to call my company, ha ha, because we have a special programme...Ah, pertanyaan untuk saya. Bagaimana merek kecil bisa membiayai ekspansi regional? Terus terang, cara termudah adalah menghubungi perusahaan saya, haha, karena kami punya program khusus...
- Kamu: Tempting as that offer is, Pak Haryo, perhaps we can keep it general. What's one low-cost first step any small brand could take?
- Haryo Wibisono: Ha, fair enough. Start by selling through a regional marketplace, with a local partner who really knows the customers. Test the demand before you spend a single rupiah on an office.Haha, baiklah. Mulailah dengan berjualan lewat marketplace regional, bersama mitra lokal yang benar-benar memahami pelanggannya. Uji permintaannya dulu sebelum mengeluarkan satu rupiah pun untuk kantor.
- Kamu: We'll have to leave it there. Three threads ran through today: partner locally, test demand early, and get payments right. Please join me in thanking our panellists.
- Haryo Wibisono: Thank you, Anindya. That was a beautifully crisp summary, and believe me, wrapping up a panel with me on it is no small feat, ha ha.Terima kasih, Anindya. Rangkuman yang sangat tajam, dan percayalah, menutup panel yang ada saya di dalamnya bukan perkara kecil, haha.
Kamu menjaga waktu dengan diplomatis, menyela panelis senior tanpa membuatnya kehilangan muka, membuka tanya jawab dengan aturan yang jelas, dan menutup dengan sintesis yang tajam.
Jawaban mana yang paling pas, dan kenapa
Haryo Wibisono: Ah, you must be our moderator. I should warn you, once I have a microphone, I do tend to get carried away, ha ha. How strict are we being with time?
✓ Fairly strict, I'm afraid: two minutes per answer. If I raise my pen, please take that as a gentle cue.
Tegas soal waktu tapi dibungkus santun (I'm afraid, a gentle cue). Isyarat yang disepakati di awal membuat interupsi nanti terasa wajar, bukan memalukan.
✗ Very strict, actually. Two minutes per answer, maximum, and if you go over, I'm afraid I'll simply have to cut you off. (Bisa dipahami, tapi kurang pas)
Isinya benar, tapi I'll simply have to cut you off seperti ancaman untuk panelis senior. Lebih diplomatis: If I raise my pen, please take that as a gentle cue.
✗ Oh, don't worry about time, Pak. Take as long as you like, you're the star of the show! (Kurang tepat)
Menyerahkan kendali waktu kepada panelis yang sudah mengaku suka bicara panjang adalah resep panel yang molor. Sepakati aturan sejak awal: We're aiming for two minutes per answer.
Haryo Wibisono: ...and that is why logistics is everything. Which reminds me of a story. Back in nineteen ninety-eight, when I opened my first warehouse in Surabaya, we had no computers at all, just...
✓ If I may jump in there, Pak Haryo, logistics clearly sits at the heart of this. Mei, does that match what you're seeing in Singapore?
Minta izin (If I may jump in), rangkum poinnya supaya ia merasa didengar, lalu oper ke panelis lain. Interupsinya mulus dan tidak ada yang kehilangan muka.
✗ I'm so sorry, Pak Haryo, I really hate to interrupt, and please do forgive me, but would you mind terribly if we perhaps just moved on? (Bisa dipahami, tapi kurang pas)
Sopan, tapi permintaan maaf yang bertumpuk membuatmu tampak ragu dan interupsinya malah jadi panjang. Cukup satu pembuka seperti If I may jump in there, lalu oper ke panelis lain.
✗ Sorry, we really don't have time for old stories. Next question, please. (Kurang tepat)
Menyebut cerita panelis senior sebagai old stories di depan umum membuatnya kehilangan muka. Interupsi sambil menghargai: If I may jump in there, logistics clearly sits at the heart of this.
Haryo Wibisono: Mei makes a fair point about payments. But if I could just come back on that, because there's something people always get wrong here...
✓ I'll give you the last word on this one, Pak Haryo, but in thirty seconds if you can, because I'm keen to bring in the audience.
Memberi ruang sekaligus batas yang jelas (the last word... in thirty seconds), dengan alasan yang menghormati audiens. Ia merasa dihargai, dan waktu tetap terkendali.
✗ Okay, but quickly, please. We're running out of time. (Bisa dipahami, tapi kurang pas)
Isinya tepat, tapi terlalu singkat dan terkesan ketus untuk panggung formal. Lebih halus: I'll give you the last word, but in thirty seconds if you can.
✗ No, sorry. You've already had more than your share of time. (Kurang tepat)
Menolak panelis secara terbuka di depan umum memalukan dan merusak suasana. Beri batas, bukan penolakan: The last word is yours, but in thirty seconds, please.
Haryo Wibisono: ...so my advice is simple: find a good local partner before you expand. There, I kept it short, ha ha.
✓ Admirably so, thank you. Let's open it up to the floor. We have about ten minutes, so please keep questions brief and say who they're for.
Admirably so adalah balasan jenaka yang menghargai usahanya, lalu kamu membuka tanya jawab dengan aturan yang jelas: waktu, singkat, dan untuk siapa.
✗ Great, thanks. So, any questions, guys? Anyone? Just shout. (Bisa dipahami, tapi kurang pas)
Terlalu santai untuk forum resmi, dan tanpa aturan main sesi tanya jawab mudah melebar. Lebih rapi: Let's open it up to the floor. Please keep questions brief.
✗ Thank you. We're running late, so I'm afraid we'll skip audience questions today. (Kurang tepat)
Menghapus sesi tanya jawab yang dijanjikan mengecewakan audiens, padahal masih ada waktu. Kalau waktunya sempit, batasi saja: We have time for one or two brief questions.
Latihan langsung, gratis
Di aplikasi, kamu yang menjawab: pilih balasan, ucapkan dengan suaramu, dan lihat bagaimana percakapan berubah. Gratis dan bisa offline.
Buka latihan di aplikasi