Future in the Past (was going to, would)
B2"Tadinya mau…" dan "katanya akan…"
Dipakai saat bercerita tentang masa depan yang dilihat dari masa lalu: rencana yang batal, janji yang kamu laporkan, atau hal yang hampir terjadi. Bentuknya sama dengan masa depan biasa, tapi dimundurkan satu langkah: am going to jadi was going to, will jadi would.
Coba buka lagi chat WA dari rekanmu minggu lalu: Besok saya kirim laporannya, ya. Waktu ditulis, itu masa depan. Sekarang janji itu sudah ada di masa lalu, jadi bentuknya ikut mundur: He said he would send it, atau He was going to send it, but he forgot. Jadi future in the past adalah rencana atau janji lama yang kamu ceritakan dari hari ini.
Rumus Future in the Past (was going to, would)
| Bentuk | Rumus | Contoh |
|---|---|---|
| Kalimat positif (+) | S + was / were going to + V1 | I was going to call you, but my phone died.Tadinya saya mau meneleponmu, tapi HP saya mati. |
| Kalimat negatif (−) | S + wasn't / weren't going to + V1 | I wasn't going to say anything, but the numbers are wrong.Tadinya saya tidak mau bilang apa-apa, tapi angkanya salah. |
| Kalimat tanya (?) | Was / Were + S + going to + V1? | Were you going to send the invoice today?Tadinya kamu mau kirim invoice-nya hari ini? |
| Kata tanya (Wh-) | Kata tanya + was / were + S + going to + V1? | When were you going to tell me?Tadinya kapan kamu mau memberi tahu saya? |
| Jawaban singkat | Yes, S + was/were. · No, S + wasn't/weren't. | Yes, I was. · No, we weren't.Iya. · Tidak. |
| Janji & dugaan dari masa lalu | S + said / promised / thought / knew + (that) + S + would + V1 | Rina said she would send the file by noon.Rina bilang dia akan mengirim filenya sebelum jam dua belas siang. |
| Hampir & seharusnya | S + was / were about to + V1 · S + was / were supposed to + V1 | I was about to leave when the client called. · The shipment was supposed to arrive yesterday.Saya baru mau pulang ketika klien menelepon. · Kirimannya seharusnya tiba kemarin. |
Kata kunci yang sering muncul: but, at the last minute, the next day, the following week, I thought, she said, just then, when
Kapan dipakai?
Bayangkan kamu berdiri di satu hari di masa lalu, lalu melihat ke depan. Bahasa Indonesia memakai kata "tadinya", "katanya akan", "hampir", atau "seharusnya". Bahasa Inggris punya empat bentuk:
- Rencana yang batal atau berubah: I was going to call you, but I forgot.
- Janji atau dugaan dalam cerita: She said she would help. I knew it would be a long day.
- Sesaat lagi terjadi: I was about to leave when the client called.
- Sudah dijadwalkan, tapi tidak berjalan: The courier was supposed to come at ten.
- We were going to hire two interns, but the budget was cut.Tadinya kami mau merekrut dua anak magang, tapi anggarannya dipotong.
- Pak Hadi promised he would sign it on Monday.Pak Hadi berjanji akan menandatanganinya hari Senin.
- The meeting was supposed to finish at four.Rapatnya seharusnya selesai jam empat.
Was / were going to: rencana yang tidak jadi
Ambil am/is/are going to, lalu mundurkan to be-nya: was/were going to + V1. Paling sering dipakai untuk rencana lama yang batal, biasanya disambung but dan alasannya.
Bentuk ini juga enak dipakai untuk minta maaf ke atasan. I was going to tell you menunjukkan kamu memang sudah berniat, hanya belum sempat.
| Rencana (saat itu) | Diceritakan kemudian |
|---|---|
| I'm going to call the vendor. | I was going to call the vendor, but… |
| We're going to open on Monday. | We were going to open on Monday, but… |
| I'm not going to apply. | I wasn't going to apply, but my manager encouraged me. |
Kesalahan umum: I would call you yesterday, but I forgot. → I was going to call you yesterday, but I forgot.
Untuk rencana yang batal, pakai was going to. Would + V1 tidak bisa berdiri sendiri dengan arti "tadinya mau".
Would: will yang dimundurkan
Kalau ceritanya sudah di masa lalu, will ikut mundur menjadi would. Biasanya muncul setelah kata kerja seperti said, promised, thought, knew, hoped.
Dalam cerita, would juga bisa menunjuk ke kejadian yang benar-benar terjadi belakangan: Two years later, she would become our CEO.
| Saat itu | Diceritakan sekarang |
|---|---|
| "I'll send it tomorrow." | She said she would send it the next day. |
| "It will be easy." | I thought it would be easy. |
| "We'll finish by Friday." | We hoped we would finish by Friday. |
Was going to juga dipakai saat melaporkan rencana: She said she was going to resign. Gampangnya, would untuk janji dan dugaan, was going to untuk rencana.
Was about to & was supposed to
was/were about to + V1 artinya sesaat lagi, tinggal selangkah. Biasanya ada kejadian yang memotong, dan kejadian itu masuk lewat when.
was/were supposed to + V1 artinya seharusnya, karena sudah dijadwalkan, dijanjikan, atau diatur. Kenyataannya sering lain, jadi bentuk ini sering diikuti but.
Jarimu sudah di atas tombol Kirim, lalu bos tiba-tiba menelepon. Kalimatnya: I was about to send it when my boss called. Jadi was about to berarti tinggal satu langkah lagi, dan langkah itu terpotong kejadian lain yang masuk lewat when.
- I was just about to call you!Saya baru saja mau meneleponmu!
- We were about to start when the projector died.Kami baru mau mulai ketika proyektornya mati.
- The courier was supposed to come at ten, but he came at two.Kurirnya seharusnya datang jam sepuluh, tapi baru datang jam dua.
Kesalahan khas orang Indonesia
Kata kerja bahasa Indonesia tidak berubah karena waktu. Akibatnya, tiga kesalahan ini sering muncul:
- Tetap memakai will saat bercerita: She said she will call the next day ✗ → would call ✓
- Lupa to be: I going to call you ✗ → I was going to call you ✓
- Bentuk kata kerja salah: was going to called, was about to leaving ✗ → call, leave ✓
Kesalahan umum: Last Monday, Pak Hadi said he will approve the budget the next day. → Last Monday, Pak Hadi said he would approve the budget the next day.
Last Monday dan the next day menunjukkan ceritanya dari masa lalu, jadi will mundur menjadi would.
Ingat!
- was/were going to + V1 = rencana lama, sering tidak jadi: I was going to call you, but…
- would + V1 = will yang dimundurkan, untuk janji dan dugaan dalam cerita: She said she would help.
- was/were about to + V1 = sesaat lagi. Kejadian yang memotong masuk lewat when.
- was/were supposed to + V1 = seharusnya (sudah dijadwalkan), tapi kenyataannya lain.
- Setelah going to, would, about to, dan supposed to, kata kerjanya selalu V1.
Contoh soal Future in the Past (was going to, would) dan pembahasannya
1. I ___ call you last night, but I fell asleep.
- will
- was going to
- am going to
- going to
Lihat jawaban
Jawaban: was going to
Ada last night dan but I fell asleep: rencananya dibuat dulu, lalu batal. Pakai was going to + V1.
2. Apa arti kalimat ini? I was about to call you.
- Saya sudah meneleponmu tadi.
- Saya seharusnya meneleponmu.
- Saya sering meneleponmu.
- Saya baru saja mau meneleponmu.
Lihat jawaban
Jawaban: Saya baru saja mau meneleponmu.
About to = sesaat lagi, tinggal selangkah. Waktu itu teleponnya belum terjadi.
3. We thought the meeting ___ only thirty minutes, but it took two hours.
- would take
- will take
- takes
- is taking
Lihat jawaban
Jawaban: would take
Dugaannya dibuat di masa lalu (we thought). Dilihat dari titik itu, will mundur menjadi would take.
4. Pilih kalimat yang benar.
- Yesterday the client said he will pay the next day.
- I was going to calling you, but the battery died.
- The meeting supposed to start at nine.
- We were about to start when the power went out.
Lihat jawaban
Jawaban: We were about to start when the power went out.
Were about to + V1 sudah tepat. Yang lain salah: will harus jadi would, going to diikuti V1, dan supposed to butuh was.
Latihan langsung, gratis
Kerjakan 10 soal latihan Future in the Past (was going to, would) dengan pembahasan, plus game Benar atau Salah. Tanpa daftar, bisa offline.
Buka latihan di aplikasi